Selamat Datang

Selamat datang di tbp-unj.blogspot.com. Blog ini merupakan blog pembelajaran Teori Belajar dan Pembelajaran.

Jumat, 28 Oktober 2011

Pendekatan E-learning

Pendekatan e-learning atau electronic learning merupakan salah satu pendekatan pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronik, khususnya perangkat komputer. Karena itu maka e-learning sering disebut juga ’online course’.  Soekartawi (dalam Dewi Salma P dan Eveline Siregar, 2004) mengemukakan bahwa dalam berbagai literatur, e-learning didefinisikan sebagai a generic term for all technologically supported learning using an array of teaching and learning tools as phone bridging, audio and videotapes, teleconferencing, satellite tranmissions, and the more recognized web-based training or computer aided instruction also commonly referred to as online course (Soekartawi, Haryono dan Libero, 2002). Merujuk literatur ini maka e-learning dapat diartikan sebagai pembelajaran yang pelaksanaannya di dukung oleh jasa teknologi seperti telpon, audio, videotape, transmisi satelit, atau komputer.
Menurut Soekartawi (2004), dalam perkembangannya komputer dipakai sebagai alat bantu pembelajaran, karena itu dikenal dengan istilah computer based learning (CBL) atau Computer assisted learning (CAL). Ketika pertama-tama komputer mulai diperkenalkan khususnya di pembelajaran, maka ia menjadi populer di kalangan anak didik. Bisa dimengerti karena berbagai variasi teknik mengajar bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu  (1) Technology-based learning, dan (2) Technology-based Web-learning.
Soekartawi (2004) mencatat bahwa terdapat sejumlah manfaat dan kelebihan pendekatan e-learning ini yang dapat dirasakan oleh para pembelajar, namun sejumlah kelemahan juga ditemukan antara lain (1) kurangnya interaksi antara guru dengan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri, (2) adanya kecenderungan mengutamakan aspek bisnis dan mengabaikan aspek sosial, (3) proses pembelajaran lebih cenderung ke arah pelatihan, (4) siswa yang tidak mempunyai motivasi yang tinggi cenderung gagal, (5) tidak semua tempat dan siswa memiliki internet.
Berdasarkan penelitian dan pengalaman sebagaimana telah dilakukan di banyak negara maju, pendaya gunaan internet untuk pendidikan atau pembelajaran bisa dilakukan dalam tiga bentuk (Harina Yuhetty,2004):
            1.Web Course: penggunaan internet untuk keperluan pembelajaran dimana seluruh bahan belajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan dan ujian sepenuhnya disampaikan melalui internet. Hubungan atau komunikasi antara guru dan siswa dapat dilakukan setiap saat (baik secara asynchronous maupun  synchronous). Proses pembelajaran sepenuhnya dilakukan melalui penggunaan internet seperti e-mail, chatrooms, bulletin board dan online conference.
            2. Web Centric Course : Sebagian besar bahan belajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan disampaikan melalui internet, sedangkan ujian dan sebagian konsultasi, diskusi dan latihan dilakukan secara tatap muka. Persentase tatap muka tetap lebih kecil dibandingkan persenrase proses belajar melalui internet.
            3. Web Enhanced Course  pemanfaatan internet untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran di kelas. Dikenal juga dengan nama Web Lite Course karena kegiatan pembelajaran utama adalah tatap muka di kelas. Peranan internet disini adalah untuk menyediakan bagi siswa isi pembelajaran (content) yang sangat kaya dan memberikan fasilitas hubungan (link) keberbagai sumber belajar, fasilitas komunikasi dengan guru/pembelajar. Persentase pembelajaran melalui internet lebih sedikit dibandingkan  dengan persentase pembelajaran secara tatap, karena penggunaan internet hanya untuk mendukung kegiatan pembelajaran tatap muka.
                           Pada bulan Juni 2002 Pustekkom (Pusat Teknologi Komunikasi) memulai kegiatan pengembangan edukasi.net yang merupakan sebuah situs web yang menyediakan layanan belajar berbasis internet termasuk penyediaan sumber belajar yang dapat dimanfaatkan oleh siswa, guru dan peserta didik lainnya. Melalui situs ini baik siswa ataupun guru dapat memperoleh berbagai sumber belajar untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah, baik pembelajaran secara tatap muka di kelas, individual di rumah maupun di tempat-tempat pelayanan internet. Bahan belajar dikembangkan berdasarkan kurikulum yang berlaku sehingga guru dapat memanfaatkan situs ini dan mengintegrasikannya ke dalam proses pembelajaran di kelas. Bahan belajar dirancang dan dikemas dalam bentuk yang menarik dan menyenangkan sehingga menarik minat siswa untuk menggunakannya atau dapat memotivasi siswa untuk belajar. Situs pembelajaran ini juga dirancang dengan menggunakan peralatan dan sarana koneksi minimum. Edukasi.net memberikan beberapa keuntungan bagi guru dan siswa antara lain:
·         memperoleh sumber belajar yang sesuai dengan kurikulum
·         menyelengarakan diskusi antara guru dan siswa; siswa dengan siswa lain melalui forum diskusi
·         menerima atau mengirim informasi melaui milis
·         men=download  materi pelajaran yang diperlukan
·         mengakses sumber belajar dimana saja dan kapan saja
                Materi edukasi.net yang dikembangkan antara lain mencakup pengetahuan populer (teknologi tepat guna, elektronik, otomotif dan fotografi), mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi. Pada dasarnya situs edukasi.net dapat dimanfaatkan oleh siapa saja dan dengan cara-cara yang sangat bervariasi dan fleksibel, tergantung dari kondisi sekolah dan guru yang bersangkutan. Namun demikian dapat ditawarkan beberapa pola pemanfaatannya yaitu:
1.Pola pemanfaatan pada lab.komputer: Sekolah yang memiliki fasilitas lab.komputer yang tersambung ke internet, dapat memanfaatkan situs di lab. Situs ini dapat diakses secara bersama-sama dalam bentuk klasikal maupun individual di lab.dengan bimbingan guru
2.Pola pemanfaatan di kelas: Apabila sekolah belum memiliki lab.komputer tapi mempunyai sebuah proyektor LCD dan sebuah komputer yang tersambung ke internet, maka situs ini dapat dimanfaatkan dengan cara presentasi di depan kelas. Bahan belajar akan menjadi pengayaan proses pembelajaran tatap muka di kelas sesuai dengan topik yang dibahas pada saat itu.
                3.Pola penugasan: Untuk  sekolah yang belum memiliki sambungan internet, dapat memanfaatkan situs dengan pola penugasan. Siswa dapat mengakses internet pada tempat-tempat jasa internet, misalnya warnet, di rumah, community learning center ataupun tempat lainnya
                4.Pola pemanfaatan individual:  Selain pola-pola di atas, siswa diberi kebebasan untuk memanfaatkan dan mengeksplor sendiri seluruh materi yang ada pada edukasi.net, yang bisa dilakukan di rumah ataupun di warnet.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar