Selamat Datang

Selamat datang di tbp-unj.blogspot.com. Blog ini merupakan blog pembelajaran Teori Belajar dan Pembelajaran.

Jumat, 28 Oktober 2011

Pendekatan Pembelajaran Terpadu

Menurut Cohen dan Manion (1992) dan Brand (1991), terdapat tiga kemungkinan variasi pembelajaran terpadu yang berkenaan dengan pendidikan yang dilaksanakan dalam suasana pendidikan progresif yaitu kurikulum terpadu (integrated curriculum), hari terpadu (integrated day), dan pembelajaran terpadu (integrated learning).

Kurikulum terpadu adalah kegiatan menata keterpaduan berbagai materi mata pelajaran melalui suatu tema lintas bidang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna sehingga batas antara berbagai bidang studi tidaklah ketat atau boleh dikatakan tidak ada.

Hari terpadu berupa perancangan kegiatan siswa dari sesuatu kelas pada hari tertentu untuk mempelajari atau mengerjakan berbagai kegiatan sesuai dengan minat mereka.

Sementara itu, pembelajaran terpadu menunjuk pada kegiatan belajar yang terorganisasikan secara lebih terstruktur yang bertolak pada tema-tema tertentu atau pelajaran tertentu sebagai titik pusatnya (center core/ center of interest). Pembelajaran ini dikenal dengan istilah “integrated day ” atau hari terpadu. Diawali dengan kegiatan pengelolaan kelas yang meliputi penyiapan aspek-aspek kegiatan belajar, alat-alat, media dan peralatan lainnya yang dapat menunjang terlaksananya pembelajaran terpadu. Dalam tahap perencanaan guru memberikan arahan kepada murid tentang kegiatan yang akan dilaksanakan, cara pelaksanaan kegiatan, dan cara siswa memperoleh bantuan guru.
Implikasi dari pembelajaran terpadu, bentuk hari terpadu, guru harus menentukan waktu maupun jumlah hari untuk pelaksanaan kegiatan tersebut dan dapat diisi dengan kegiatan pembelajaran terpadu model jaring laba-laba; (4) Pembelajaran terpadu yang terbentuk dari tema sentral.
Langkah awal dalam melaksanakan pembelajaran terpadu adalah pemilihan/ pengembangan topik atau tema. Dalam langkah awal ini guru mengajak anak didiknya untuk bersama-sama memilih dan mengembangkan topik atau tema tersebut. Dengan demikian anak didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan pembuatan keputusan.
Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan terpadu ini diharapkan akan dapat memperbaiki kualitas pendidikan dasar, terutama untuk mencegah gejala penjejalan kurikulum dalam proses pembelajaran di sekolah. Dampak negatif dari penjejalan kurikulum akan berakibat buruk terhadap perkembangan anak. Hal tersebut terlihat dengan dituntutnya anak untuk mengerjakan berbagai tugas yang melebihi kapasitas dan kebutuhan mereka. Mereka kurang mendapat kesempatan untuk belajar, untuk membaca dan sebagainya. Disamping itu mereka akan kehilangan pengalaman pembelajaran alamiah langsung, pengalaman sensorik dari dunia mereka yang akan membentuk dasar kemampuan pembelajaran abstrak.
Pembelajaran terpadu sebagai suatu proses mempunyai beberapa ciri yaitu : berpusat pada anak (student centered), proses pembelajaran mengutamakan pemberian pengalaman langsung, serta pemisahan antar bidang studi tidak terlihat jelas. Disamping itu pembelajaran terpadu menyajikan konsep dari berbagai bidang studi dalam satu proses pembelajaran. Kecuali mempunyai sifat luwes, pembelajaran terpadu juga memberikan hasil yang dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak
 
Latihan
1. Jelaskan perbedaan antara pendekatan, strategi dan metode/teknik!
2. Jelaskankan salah satu klasifikasi metode pembelajaran dan metode-metode yang dapat digunakan untuk fungsi tersebut!
3. Sebutkan pertimbangan apa yang harus diperhatikan dalam memilih metode   
    pembelajaran!
4. Apakah sebenarnya tujuan dari “Quantum Teaching”
5. Strategi apa yang digunakan untuk mencapai tujuan Quantum Teaching di atas?
6. Apakah yang dimaksud dengan multiple intelegences, jelaskan secara singkat!
7. Bagaimana cara mengetahui kecerdasan yang dimiliki seseorang? Sebutkan satu jenis  ,  dan sebutkan salah satu  cara untuk mengoptimalkan kecerdasan tersebut!
8. Apa yang dimaksud dengan “active learning”? Jelaskan salah satu strategi  belajar-aktif  dan berikan  contoh penerapannya dalam pembelajaran!
9. Apa yang dimaksud dengan E-learning? Berikan satu contoh penerapan E-learning dalam pembelajaran!
10. Jelaskan dengan singkat apa yang dimaksud dengan “Cooperative learning& jelaskan satu model belajar kooperatif berikut ini:  Student Teams Achievement Divisions (STAD), Teams Games Tournaments (TGT), Jigsaw II, Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dan Team Accelerated Instruction (TAI), serta penerapannya dalam pembelajaran !
11. Jelaskan makna dari pendekatan  kontekstual (contextual learning), berikan contoh bagaimana menerapkan pendekatan ini dalam pembelajaran!
 12. Mengapa pendekatan  belajar berbasis masalah (problem-based learning) saat ini sangat  diperlukan untuk mencapai kompetensi tertentu dalam belajar? Apa manfaatnya?
13. Bagaimanakah peran guru dalam pendekatan ”belajar berbasis masalah” ini?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar